Breaking News
light_mode
Trending Tags

OPINI: Mendadak Menulis

  • account_circle Phinisice
  • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
  • visibility 386

PHINISICE.ID | SUDAH beberapa dekade saya tidak ke Palu. Ibukota provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Sudah lama juga saya tak bertemu kawan lama. Saya tak menyiakan kesempatan di pertengahan September 2023 itu untuk menemuinya. Namanya Muhammad Iqbal. Ia dosen di Universitas Tadulako (Untad) Palu. Sudah lama menetap disana. Sejak masih jomblo hingga menikah dan punya anak.

Pagi itu, oleh Iqbal – begitu ia akrab disapa semasa kuliah di Makassar – saya “didadak” memberikan materi dihadapan pelajar SMA Islam Terpadu (SMAIT) Al Fahmi Boarding School Palu. Kawan lama yang alumnus Fakultas MIPA jurusan Fisika Universitas Hasanuddin (Unhas) ini masih pengurus di Yayasan Pendidikan yang menaungi sekolah berkonsep “boarding school” di jalan Posirempe, kelurahan Lasoani, kecamatan Mantikulore ini.

Halaman sekolahnya lumayan luas. Ada lapangan upacara, areal olahraga, dan parkiran yang lapang. Bangunannya pun kelihatannya masih baru. Saya keliling ke beberapa ruang kelas, perpustakaan, dan kantin sekolahnya. Cukup bersih. Sirkulasi udaranya lancar. “Sekolah ini baru, sekitar empat tahun,” ujar Iqbal.

Topik materi yang ditawari ke saya pun dadakan. Literasi digital. Maksudnya agar para siswa sekolah itu bisa melek teknologi komunikasi dan terkoneksi ke dunia luar.

Hanya saya ragu. “Apakah materi itu cocok untuk mereka?” bisik saya dalam hati. Saya kuatir ketinggian. Makanya saya sedikit “menurunkan” ke topik yang lebih simpel. Yang lebih menyasar soal materi konten. Dua guru yang mendampingi saya-Pak Supuani dan Bu Sitha- pun memberi kode sepakat dengan inisiatif saya tersebut.

Untuk menghasilkan konten yang baik dan menarik dibutuhkan kemampuan menulis yang memadai. Bagaimana cara dan memulainya?

Maka pada hari itu saya mulai dengan pertanyaan: adakah yang dapat memberitahu arti kata yang saya tuliskan di papan tulis: LALOVE.

Semua diam. Mungkin tak menyangka dengan opening speech seperti itu.

Tak berselang lama. Beberapa siswa mengangkat tangan. Jawabannya beragam.

Ada yang bilang “Cinta” dengan isyarat ibu jari dan telunjuk berbentuk tanda hati.

Ada yang sebut nama jembatan yang “membelah” kota Palu.

Ada juga yang malu-malu. Dengan suara pelan mengatakan nama alat musik tradisional Kaili, suku asli penduduk yang mendiami Palu dan provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada umumnya.

Pertanyaan saya berikutnya. “Adakah yang tahu fiksi dan non fiksi?”

Banyak yang mengangkat tangan. Rupanya mereka sudah paham dengan pertanyaan saya yang bermaksud memancing partisipasi mereka.

Bahkan beberapa diantara siswa bercerita pernah membuat karangan bebas, membuat cerpen, atau menulis opini sewaktu di SMP. Minimal mereka sudah menulis di majalah dinding sekolah.

Menurut mereka, majalah dinding dan lainnya sudah tidak jamannya lagi sebagai media informasi ataupun tempat menyalurkan hobi menulisnya. Sementara untuk tembus ke media arus utama (mainstrem) masih kesulitan. Tergusur media baru bernama: media sosial!

Dalam sesi tanya jawab, seorang siswi unjuk tangan. Berjilbab. Kelihatan minatnya tinggi. Raut wajahnya antusias. “Banyak ide cerita yang ingin saya tulis. Sudah beberapa kali coba, tapi untuk memulainya itu sulit sekali?” tanyanya.

Ada juga siswi yang disampingnya ikut bertanya: “Kami kesulitan menulis. Mungkin karena belum terbiasa. Kadang sudah ingin mulai menulis, eh…terbentur dengan ide. Apa yang mau ditulis?”

Merespon pertanyaan itu, saya lebih memilih memberikan semacam ilustrasi sederhana supaya anak-anak seusia mereka bisa cepat paham.

Bahwa menulis itu sama dengan orang belajar naik sepeda. Hah…hah, kok bisa? gumam mereka penasaran.

Sebenarnya menulis tidak ada tutorialnya. Beda dengan memasak. Ada panduan dan resepnya segala.

Saya pun bertanya. “Apakah kalian bisa naik sepeda?
“Bisa,” jawabnya serempak.

“Apakah kalian pernah ikut kursus cara naik sepeda?”

“Tidak,” jawab mereka.

Poinnya bahwa kalian semua masih ingat bagaimana ceritanya sampai kalian bisa naik sepeda. Pasti mencoba dan mencoba. Lalu jatuh. Coba lagi. Jatuh lagi. Coba lagi. Lalu bisa.

Begitulah menulis.

Harus dicoba. Jelek tidak apa-apa. Anggap saja itu lagi jatuh waktu latihan naik sepeda.

Pertanyaan kemudian, sudah adakah ide atau materi yang ingin ditulis?

Ini kendala utama. Terlalu banyak yang ingin ditulis. Semua hal mau dimasukkan dalam tulisan. Akhirnya tidak mulai-mulai. Tulisan pun jadi tidak fokus. Padahal bisa dimulai, dari hal-hal kecil yang ada disekitar kita sehari-harinya.

Kendala lainnya. Nafsu besar tenaga kurang. Ingin menulis sebanyak dan selengkapnya. Akhirnya tulisan jadi ribet. Yang membacanya pun jadi bingung. *** (Rusman Madjulekka).

Penulis

Informasi Indonesia dan Dunia Terbaru Hari Ini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fascinating Health Tactics That Can Help Your Business Grow

    Fascinating Health Tactics That Can Help Your Business Grow

    • calendar_month Kam, 26 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sea over kind midst first, air. Created multiply morning green fly moving herb light seed lights that midst whales sea night. Thing thing meat two whose abundantly bearing his lights all divide. Have may his spirit over replenish fowl fruitful creeping over, dominion you’ll make in bearing rule, darkness. Man fly stars. Our won’t blessed, […]

  • UIN Alauddin dan Perumda

    UIN Alauddin dan Perumda Pasar Makassar Bakal Kerjasama

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Phinisice
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Makassar — Penjabat (Pj) Direksi Perumda Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa, menggelar pertemuan santai bersama Rektor UIN Alauddin, Prof Hamdan di Baruga Pasar, Pasar Baru Jalan WR Supratman, Selasa 22 Maret 2022, Kota Makassar. Menurut Thamrin, pertemuan tersebut membahas pengembangan Pasar Rakyat bagaimana dapat bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk kedepannya Mahasiswanya […]

  • Certain Medicare Plans Could Offer Members Food Assistance Benefits

    Certain Medicare Plans Could Offer Members Food Assistance Benefits

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Phinisice
    • visibility 261
    • 0Komentar

    The COVID-19 pandemic has brought a long list of unprecedented challenges, including the way it has caused food insecurity to rise. Food insecurity is defined as the lack of access to enough nutritionally adequate foods to live an active and healthy life. Fortunately, there are some benefits that can help qualifying members of Medicare Advantage […]

  • Community Workshops Focus on Preventing Youth Sports Injuries

    Community Workshops Focus on Preventing Youth Sports Injuries

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Phinisice
    • visibility 338
    • 0Komentar

    As a parent, you want to prevent your kids from being hurt playing sports. Now you can. Athletic TIPS (Towards Injury Prevention in Sports) has teamed up with Global Giving — the largest global crowdfunding site for not-for-profits — to help advance one of its key missions: hosting community workshops across the country to better […]

  • Besok, Pemkot Makassar Pusatkan Salat Idul Adha di Karebosi dan Beberapa Titik di Wilayah Kecamatan

    Besok, Pemkot Makassar Pusatkan Salat Idul Adha di Karebosi dan Beberapa Titik di Wilayah Kecamatan

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle Phinisice
    • visibility 351
    • 0Komentar

    MAKASSAR,- Pemkot Makassar memusatkan Salat Idul Adha 1444 H di Lapangan Karebosi pada Kamis, (28/06/2023). Selain di Karebosi, Pemkot Makassar juga mengadakan salat id di beberapa lokasi di beberapa kecamatan dalam wilayah Kota Makassar. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan salat id digelar di Lapangan Karebosi, pun jika hujan dan tak dimungkinkan untuk digunakan […]

  • Jelang Idul Fitri Tim Ketertiban Perumda Pasar Makassar Lakukan Pengawasan

    Jelang Idul Fitri Tim Ketertiban Perumda Pasar Makassar Lakukan Pengawasan

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle Phinisice
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Makassar, – Dalam rangka mengantisipasi pedagang musiman yang berjualan di area pasar Sentral menjelang Hari Raya idul Fitri, Perumda Pasar Makassar mengerahkan petugas Ketertiban untuk melakukan pengawasan terhadap pedagang musiman. Rabu (20-04-2022). Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan diarea pasar dan juga mesalah Kamtibmas yang kerap meresahkan warga atau pengunjung. Salah satu staf Ketertiban, Muh. […]

expand_less
Verified by MonsterInsights
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
dv188
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://jurnal-dev.polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/doc/
slot gacor
slot gacor maxwin
situs slot gacor
slot gacor hari ini
link slot gacor
https://polbangtan-bogor.ac.id/apps/